Cinta Tak Harus Memilki

Tiga belas tahun adalah waktu yang cukup panjang
bagiku untuk memendam perasaan ini. Semakin aku
berusaha untuk melupakannya maka rasa ingin
bertemu juga semakin kuat. Hari itu tak bisa ku
elakan, aku mendengarkan dari sahabat karibnya
kalau dia masih di Batam dan menjelaskan pada ku
dengan rinci tentang alamat kantornya dan jumlah
anaknya. Aku hanya bisa membisu dan diam
cerita porno karena
pikiranku mulai galau dan kacau.
Minggu pertama setelah mengetahui
keberadaannya merupakan sisksaan bathin yang
kuat bagi ku, aku harus berperang dengan
perasaanku sendiri, aku gelisah,,,,, resah,,,,,,
pekerjaan kantorku berantakan,,,, semua…. jadi
kacau
Sabtu siang aku mendatangi tempat dia
bekerja. Pintu ku buka
dan,,,,,,,,,,,,,,,,,ternyata dia berada tepat
didepan,,,,, ya Tuhan…… tolong beri aku kekuatan
(aku sembari berdoa). Dia menyapa ku dengan
senyum dan pandangan matanya yang sama dengan 13
tahun yang lalu, aku mulai gemeter dan salah
tingkah, ya Tuhan….. ternyata dia masih
mengingatku.
Lidahku jadi kelu,,, dan hanya mampu berkata
‘’hai’’. Dia mengulurkan tangannya dan
menggengam jariku dengan erat. Mungkin karena
genggaman yang erat tiba-tiba aku mendapat
kekuatan untuk bertanya,,,, apa kabar mas?.
Baik, kamu gimana Ci? jawabnya.. Ya …inilah aku
mas… Kamu agak gemukan Ci, tapi… masih tetap
cantik kok!
Dia mengomentari penampilanku. Oh ya Ci,
anakmu berapa, laki-laki apa perempuan (dia
memborondongi dengan berbagai pertanyaan). Cuma
satu mas,, dan perempuan, sekarang sudah kelas
VI dan mas sendiri gimana? Aku balik bertanya
Anakku dua, dua-duanya cewek, yang pertama kelas
V. Ya… ya … pasti anakmu lebih tua dari anakku
karena kamu yang menikah duluankan?
Jawaban itu seolah-olah menuduhku, aku hanya
diam karena jantung seakan terkoyak-koyak.
Tiba-tiba dia begitu dekat dengan ku,,,dan
berbisik,,, kita buat anak laki-laki aja yuk!.
Aku hanya bisa tersenyum dan menatap matanya.
Ya Tuhan….. mata itu, adalah mata indah dan
nakal yang telah 13 tahun aku rindukan bisik
hatiku. Aku mencoba mejawab ajakannya. Kamu
seruis mas……?aku juga menharapkan anak laki-laki
kok..mas..dan dengan penuh keyakinan dia
menjawab, aku yakin aku masih bisa memberikan
anak 2 atau 3 anak lagi sama kamu.
Mas….kamu ni ngomong apa sih, mana mungkin
aku melakukan itu, mas..gimana dengan suamiku
dan istri mu? Aku balas bertanya. Ya …kita harus
pintar cari moment yang tepat dong
sayang….bagaimana supaya meraka gak tahu,
jawabnya dengan serius.
Beberapa saat kemudian, Mas ,,, aku pulang
dulu ya. Kok cepat sekali,,,, ntar dulu…. Dong,
baru aja ketemu, aku masih kangen nich, dia
berusaha menahanku lebih lama. Tapi aku harus
pulang sekarang mas…hanya kata-kata itu yang
keluar dari mulut ku.
Oke,,,, aku antar ya…,(dia menawarkan
kebaikannya), makasih mas,,,aku bisa sendiri
kok. Sebelum aku pergi dia meminta alamat dan
nomor HP ku.
Dengan hati gundah gulana aku meninggalkan
tempat itu. Tiba-tiba aku mendengar suara benda
jatuh dan ‘’Oh My GOD’’ aku berteriak, sebuah
motor Suzuki telah menabrak sisi kanan mobilku.
Aku gak tau bagaimana kejadiannya tapi yang
pasti mobil ku lecet.
Diperjalanan aku berfikir dan bertanya pada
diriku, apakah aku masih mencintainya?????. Aku
tak berani menjawab, karena jauh dilubuk hati
yang paling dalam aku selalu merindukannya.
Ajakannya yang gila tersebut tentu saja
mengganggu pikiranku.
27 July jam 9, tiba-tiba hpku berbunyi,
kebiasaan burukku adalah selalu tidak menjawab
telpon yang nomornya tidak terprogram dihpku,
tetapi kali ini aku menjawabnya, dan alangkah
kagetnya aku ternyata yang menelpon adalah dia.
Jantung ku kembali berdetak kencang dan raut
mukaku merona merah (aku bisa lihat karena
diruanganku ada kaca yang besar) dengan penuh
riang aku menjawab telponnya, tiba-tiba aku
merasa malu karena pada saat itu sebenarnya aku
sedang melakukan briefing pagi pada bawahanku..
Untung saja bawahanku tidak sedang menatap
wajahku. Aku katakan padanya kalau aku akan
hubungi dia kembali
Sejak saat itu kami sering bertemu dan cerita
segala hal termasuk program dan strategi untuk
mendapatkan anak laki-laki. Rasa sayang dan
cintaku semakin dalam padanya, dan kami
menyadari bahwa kami tidak mungkin bersatu dalam
ikatan yang syah, tetapi hati kami telah menyatu
dengan pendapat bahwa cinta itu bukan harus
memiliki.
Tiga bulan sudah kami bermain kucing-kucingan
dari suamiku dan istrinya, entah kenapa aku
merasa bahagia dan senang sekali berada
disampingnya, mungkin aku mengalami puber kedua,
aku tak bisa mengedalikan persaan ku, aku selalu
ingin berada didekatnya, menatap matanya ,
membelai rambutnya, dan berbaring di
pangkuannya.
Suatu sore kami duduk dipingir pantai sambil
meninkmati ayam bakar. Mas,,, bulan ini haid ku
sudah telat satu minggu, aku memulai
pembicaraan. Tiba-tiba baju kaos yang kukenan
menjadi basah karena air kelapa yang berada
dalam mulutnya tumpah semua kearahku. Tentu saja
aku marah. Apa-apaan kamu mas,,,aku hanya
memberitahu bukan meminta pertanggung jawaban
mu.
Tiba-tiba dia berdiri dan memeluk ku, maafkan
aku say, tadi itu aku kaget campur senang. Dia
mencium keningku sembari berbisik ‘semoga
harapan kita menjadi kenyataan untuk mendapatkan
anak laki-laki’. Kalau ternyata anak ini
perempuan gimana mas, tanyaku. Ya kita buat lagi
sampai anak laki-lakinya muncul, jawabnya
ringan. Kamu udah gila ya mas, jawab ku.
Ya,,,,,memang aku sedang gila, tapi gila ama
kamu,,,,,,,,ha…ha…ha. kami tertawa bersama.
Aku belum memberitahukan perihal kehamilanku
pada suamiku, tapi aku harus menjalani perawatan
di rumah sakit karena kondisi tekanan darahku
jauh di atas normal. Pagi itu Dokter memangil
aku dan suamiku dan menyarankan agar aku tidak
banyak pikiran, karena stress juga bisa memicu
tekanan darah menjadi naik dan juga tidak baik
untuk pertumbuhan sijabang bayi.
Tiba-tiba suamiku langsung memelukku dan
menciumku sambil berkata’’ terimakasih mama,
ternyata Allah telah mengabulkan doa papa selama
ini’’ Aku hanya bisa menagis, bukan tangis
bahagia, tetapi menangis karena aku bukanlah
istri yang setia.. Suamiku memang terlihat
sangat senang sekali mendengar aku hamil, begitu
juga dengan putriku. Dan selama aku berada di
rumah sakit hpku tidak aku aktifkan, karena aku
takut suamiku akan menjawab panggilan.
Hari pertama aku masuk kantor, dia
menelponku. ‘’hallo, ya,,mas, jawabku. Say kamu
kemana aja, kenapa hpnya tidak aktif, kamu sakit
apa say, kenapa kamu gak beritahu aku kalau kamu
sakit, jadi aku bisa jenguk kamu say, sekarang
kondisi kamu gimana dan kamu ada dimana.
Mas,,,,,,tolong satu-satu dong pertanyaan,
jawabku menghiburnya, karena dari nada suaranya
dia begitu khawatir dengan kondisiku.
Untuk menghibur dia, aku mengajaknya makan
siang bersama. Seafood adalah masakan favorite
kami dan aku menceritakan kejadian dirumah sakit
padanya. Dia diam tetapi matanya menatap tajam
padaku. Aku heran dan bertanya. Mas kamu
kenapa???.
Seharusnya aku yang berada disamping kamu
waktu dokter itu menyarankan tentang kesehatan
kamu, jawabnya. Lho mas, kamu ini sudah ngak
waras ya,,, kamu mau keluarga kita hancur
berantakan hanya kerena kita
mementingkan.perasaan kita, mas. Ingat,, mas,
hubungan kita ini tetap hubungan yang terlarang,
walaupun kita melakukannya atas dasar cinta,
jadi saya harap mas bisa memakluminya. Dia tetap
diam sambil menatapku. Aku raih tangannya sambil
berkata,,,mas,,,,,,,,aku ingin mengatakan
sesuatu. Silahkan ,,,, jawabnya singkat.
Sebenarnya aku tidak tega untuk
mengatakannya, tetapi aku harus melakukannya,
karena aku tak mau kucing-kucingan lagi. Aku
takut. Seperti pepatah ‘’sepandai-pandainya
tupai melompat, sesekali pasti dia akan jatuh
jua ketanah’’ jadi sebelum hubungan ini
diketahui oleh suamiku, maka aku harus
mengakhirinya, walupun harus mengorbankan
perasaanku sendiri. Aku tidak mau suamiku dan
anakku membenciku selamanya, karena itu pasti
akan lebih menyakitkan.
Mas,,,, aku sayang sama kamu, sama seperti
aku sayang sama suami dan anakku, tapi kita tak
mungkin seperti ini terus mas, aku ngak mau
karier ku,suamiku , karier mu,dan juga karier
istri mu berantakan. Jadi menurutku sebaiknya
kita berteman biasa saja, ini demi kebaikan
keluarga ku juga keluarga mu mas.
Ci,,,,,,mas heran lihat kamu, maunya kamu itu
apa sih? Dulu kamu tinggalin mas begitu aja,
setelah 13 tahun tiba-tiba kamu muncul, kamu
beri mas kebahagian dan harapan, sekarang kamu
minta kita berteman biasa saja, apa salah mas
sama kamu Ci, sehingga kamu tega menyakiti hati
mas hingga dua kali, apa sih maunya kamu Ci?.
Dia bertanya dengan nada sedikit marah bercampur
sedih. Mas,,,,,,mas punya kesalahan yang sangat
fatal sama aku, mas mau tahu,,,,,tanyaku. Tentu,
tentu saja mas ingin mengetahuinya biar mas bisa
memperbaiki kesalahan itu, jawabnya.
Pertama mas telah mencuri cintaku, sehingga
aku menikah dengan orang lain tanpa cinta. Kedua
mas telah merebut perasaan sayang aku, sehingga
aku tega menghianati suamiku. Ketiga, kenapa
kita harus bertemu kembali. Apakah mas bisa
memperbaiki semua kesalahan itu, tanyaku. Dia
diam sejenak. Ci ,,,sekarang kamu mau mas
lakukan apa untuk menebus semua kesalahan itu,
mas tak mungkin minta kamu menceraikan suami
kamu dan menikah sama mas, kareana aku tidak
tega melakukan itu. Sekarang aku yang terdiam.
Ci ,,,lalu bagaimana dengan anak yang ada
dalam kandunganmu itu, apakah aku tidak berhak
tahu, kapan dia dilahirkan, dia bertanya. Pasti
mas, aku akan selalu mengabari kamu tentang
perkembangannya.jawabku.
Say,,,,,kalau dia sudah lahir, kita tes DNA
ya, pintanya. Untuk apa,,,,,mas, kamu
merencanakan sesuatu ya,,,mas. Tolong mas, kalau
kamu masih sayang sama aku kamu harus melupakan
rencana-rencana gila mu itu, karena itu akan
membuat kita semakin menderita mas, aku juga
berharap anak ini adalah buah dari cinta kita
mas, jawabku.
Ci,,,,aku ngak punya rencana apa-apa kok, aku
hanya ingin tahu, kalau dia adalah darah
dagingku dan aku mau dia memangilku ‘papa’
sebelum aku mati. Aku ingin menangis dan
memeluknya, tapi tidak ku lakukan, karena di
restoran itu banyak sekali pengunjungannya.
Dalam perjalanan pulang, dia selalu menatap
ku dan membelai rambut ku. Ci,,,,,,dia memangil
namaku dengan sangat pelan. Ya,,,mas, aku
menoleh sebentar ke arahnya dan aku melihat
matanya yang berkaca-kaca. Aku memarkir mobil ku
di pinggir jalan dan menatapnya kembali.
Mas,,,,ada apa,,,kenapa melihatku seperti itu,
tanyaku. Tiba-tiba dia membenamkan wajahnya di
dadaku, memeluku dengan erat, seolah-olah kami
akan berpisah selamanya. Mas,,,,desahku dan
akupun membalas pelukannya.
Dua bulan telah berlalu, dan selama dua bulan
itu juga aku berperang melawan perasaanku. Aku
tahu dia pasti marah karena aku tidak mau
menjawab pangilan darinya, tetapi apakah dia
tahu kalau setiap kali dia menelpon aku selalu
menagis menatap namanya di hpku?
Setiap bangun pagi aku selalu pusing dan mual
dan aku selalu memangil namanya. Aku ngak tahu
apakah itu kebetulan atau tidak yang pasti
setelah memangil namanya rasa mual dan pusingku
akan hilang. Aku makin yakin kalau anak yang ada
dalam rahimku ini adalah darah dangingnya.
Pembaca, aku tahu perbuatanku adalah dosa
yang sangat besar, oleh karena itu sekarang aku
selalu memohon ampunan dari ALLAH karena aku
yakin ALLAH itu maha pengasih lagi maha
pengampun.
Kepada para pembaca, saya ingin meminta
saranya, sebaiknya aku harus memberitahukan
perkembangan anak dalam kandung ini atau tidak,
dan setelah lahir apakah aku harus
memberitahukan pada dia apa tidak. Apakah aku
harus jujur pada suamiku atau tidak. Tolong aku
ya para pembaca. Untuk saran dan kritiknya ke
maya.pitaloka@yahoo.co.id
Advertisement
|
|
 |
 |
 |
|
 |
|
GOSIP DAN HOT NEWS
 |
Festival Penis di Jepang
Ribuan warga kota Kawasaki, Jepang berbondong-bondong keluar rumah merayakan satu festival unik tahunan, Festival Penis....
|
 |
Biografi Ayu, Sarah dan Rahma Azhari
"Mulanya aku sempat kaget juga, tapi setelah itu aku tahu itu bukan aku. Foto-foto itu hanyalah hasil sebuah rekayasa,"
|
 |
Maria Ozawa aka Miyabi
Selain membintangi video-video orang dewasa, Maria Ozawa juga tampak dalam beberapa film-film V-Cinema, MTV Jepang, dan video klip...
|
 |
Asia Carera, Ratu Film Porno Asia
Kecantikannya membuat dirinya menjadi ratu porno di Asia, Kini dia telah penisun dari dunia itu dan menjadi salah satu wanita terkaya di Amerika..
|
 |
Ratu Felisha, Dari Foto Vulgar Sampai "Babi Ngepet"
- "Peran semacam itu hanya masalah siap atau tidak siap...." ujar Felisha.
|
 |
Bunga Citra Lestari dan Asshraf
"Gua sudah lama banget nggak dekat sama orang (pria-red), sah-sah saja kan berteman dengan siapa pun, ..." jelasnya.
|
|
 |
|
 |
|
|
|